Pernikahan etnis Rohingya di penampungan Aceh Barat ilegal, langgar UU Perkawinan

Minggu, 19 Mei 2024 - 22:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meulaboh – Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Marhajadwal menegaskan pernikahan dua pasangan etnis Rohingya di penampungan sementara di Kompleks Kantor Bupati Aceh Barat di Meulaboh, pada Jumat (17/5) lalu merupakan tindakan yang ilegal dan tidak sesuai aturan dan perundang-undangan yang berlaku di Tanah Air.

“Pernikahan warga etnis Rohingya ini tidak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan,” kata Marhajadwal Seperti dilansir Antara di Meulaboh, Minggu (19/5/2024).

Ia menyebutkan, pernikahan dua pasangan etnis Rohingya masing-masing Zainal Tullah dengan Azizah, dan Zahed Huseen dangan Rufias tersebut diduga dilaksanakan tidak sesuai dengan tata cara pernikahan yang diatur lazimnya dalam ajaran agama Islam, dan pernikahan tersebut di pimpin oleh Jabir selaku ustadz di kalangan Rohingya.

Selain itu, kata dia, salah satu pasangan yang telah menikah tersebut masih berumur 18 tahun, sehingga secara aturan undang-undang setiap perempuan atau warga yang berusia di bawah 19 tahun harus mendapatkan izin dari pengadilan untuk bisa menikah.

Aturan lainnya yang dilanggar dalam pernikahan tersebut, kata Marhajadwal, selain tidak melaporkan pernikahan tersebut kepada KUA sebagai otoritas resmi pemerintah yang membidangi pernikahan dan kegiatan keagamaan, pernikahan tersebut juga tidak diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Dalam undang-undang perkawinan, kata dia, pemerintah dengan jelas telah mengatur aturan pernikahan antara warga asing dengan Warga Negara Indonesia (WNI). Sedangkan aturan pernikahan warga asing dengan warga asing sejauh ini belum ada.

Sehingga pihaknya memastikan pernikahan tersebut ilegal karena tidak sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku di Tanah Air.

“Merea pengungsi tanpa identitas, tidak memiliki paspor. Kalau pun kita minta syarat nikah termasuk dokumen kependudukan, pasti warga Rohingya ini tidak punya dokumen, sehingga tidak bisa kita lakukan pencatatan pernikahan,” kata Marhajadwal.

Baca Juga:  Panglima Laot Tagih Janji Pemprov Aceh Barat Bangun Pelabuhan Perikanan Meulaboh

Sempat didatangi Petugas UNHCR

Marhajadwal juga mengakui beberapa hari sebelum prosesi pernikahan dua pasangan etnis Rohingya tersebut, KUA Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat juga sudah dihubungi oleh ptugas UNHCR dan pihanya telah memberikan persyaratan untuk menikah termasuk menyerahkan identitas kependudukan yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, sehingga nantinya bisa diproses.

Namun hingga pasangan etnis Rohingya menikah, hingga kini persyaratan yang telah diminta tersebut juga belum dipenuhi.

“Tidak mungkin pasangan etnis Rohingya tersebut berhasil memenuhi persyaratan pernikahan sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, karena minimal pasangan yang menikah harus sudah berusia 18 tahun plus satu hari dan harus ada izin pengadilan, serta mereka tidak punya dokumen kependudukan yang resmi,” demikian Marhajadwal.(*)

Berita Terkait

Laka Lantas di Desa Suak Nie Aceh Barat, Tiga Korban Alami Luka Berat
Polisi tangkap 20 warga Aceh Barat main judi slot dan gim daring
Ratusan aparatur desa di Aceh Barat sudah terima honorarium Rp18 M
Pemkab Aceh Barat gelar lomba senam bagi anak-anak usia dini
Cerita Ayat Suci, Pemuda Aceh Barat Ikut Tes Tamtama Polri dengan Sepatu Robek
Kepala Diskominsa Aceh Barat, Ajak Masyarakat Bijak dalam Menggunakan Medsos
ASN di Aceh Barat mulai terima gaji ke-13, jumlahnya Rp25,5 miliar lebih
Pemkab Aceh Barat laporkan gangguan gajah di pemukiman warga ke BKSDA
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Juni 2024 - 17:20 WIB

Laka Lantas di Desa Suak Nie Aceh Barat, Tiga Korban Alami Luka Berat

Minggu, 16 Juni 2024 - 17:53 WIB

Polisi tangkap 20 warga Aceh Barat main judi slot dan gim daring

Sabtu, 15 Juni 2024 - 17:00 WIB

Ratusan aparatur desa di Aceh Barat sudah terima honorarium Rp18 M

Jumat, 14 Juni 2024 - 15:40 WIB

Pemkab Aceh Barat gelar lomba senam bagi anak-anak usia dini

Jumat, 14 Juni 2024 - 14:41 WIB

Cerita Ayat Suci, Pemuda Aceh Barat Ikut Tes Tamtama Polri dengan Sepatu Robek

Kamis, 13 Juni 2024 - 15:34 WIB

Kepala Diskominsa Aceh Barat, Ajak Masyarakat Bijak dalam Menggunakan Medsos

Rabu, 12 Juni 2024 - 18:43 WIB

ASN di Aceh Barat mulai terima gaji ke-13, jumlahnya Rp25,5 miliar lebih

Minggu, 9 Juni 2024 - 19:07 WIB

Pemkab Aceh Barat laporkan gangguan gajah di pemukiman warga ke BKSDA

Berita Terbaru

Ilustrasi -- Pemandangan di kota pelabuhan Haifa di Israel bagian utara (dok. Reuters)

Internasional

Hizbullah Rilis Rekaman Drone Kota Pelabuhan Israel

Rabu, 19 Jun 2024 - 18:20 WIB

sebanyak 19 pemain judi online, para tersangka diamankan

Hukum

Polisi tangkap 19 pelaku main judi online di Banda Aceh

Rabu, 19 Jun 2024 - 18:07 WIB

Tabrakan Maut Motor Vs Motor di Aceh Barat, Foto Humas Polres Aceh Barat

Kecelakaan

Tabrakan dua Motor di Aceh Barat, Tiga orang meninggal dunia

Selasa, 18 Jun 2024 - 16:56 WIB