Bahasa Aceh Terancam Punah Secara Pasti

Minggu, 13 Juli 2025 - 08:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asisten 1 Sekdakab Aceh Besar, Farhan AP menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara Penguatan dan Falisitasi Penyusunan AD/ART dan Program Kerja Komite Sekolah Kabupaten Aceh Besar di Aula Hotel Hijrah, Gampong Siron, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Rabu (09/07/2025). FOTO: MC ACEH BESAR.

i

Asisten 1 Sekdakab Aceh Besar, Farhan AP menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara Penguatan dan Falisitasi Penyusunan AD/ART dan Program Kerja Komite Sekolah Kabupaten Aceh Besar di Aula Hotel Hijrah, Gampong Siron, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Rabu (09/07/2025). FOTO: MC ACEH BESAR.

Aceh Besar, – Bahasa Aceh kini menghadapi ancaman serius terhadap kelangsungannya. Berdasarkan penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), bahasa Aceh dikategorikan dalam status definitely endangered atau terancam punah secara pasti. Temuan ini mengindikasikan penurunan signifikan dalam penggunaan bahasa Aceh, terutama di kalangan generasi muda.

Hal tersebut disampaikan oleh Asisten I Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Aceh Besar Bidang Tata Pemerintahan, Keistimewaan, dan Kesejahteraan Rakyat, Farhan, AP, saat membuka kegiatan Penguatan dan Fasilitasi Penyusunan AD/ART dan Program Kerja Komite Sekolah se-Kabupaten Aceh Besar Tahun 2025 di Hotel Hijrah, Kecamatan Ingin Jaya, Rabu (9/7/2025).

Menurut BRIN, kata Farhan Bahasa Aceh mendapatkan skor 3 berdasarkan kriteria UNESCO. Ini artinya, bahasa kita berada pada tingkat ancaman kepunahan yang tinggi. “Ini bukan sekadar data, ini adalah peringatan bagi kita semua,” tegas Farhan dalam sambutannya.

Farhan menjelaskan, berbagai faktor menjadi penyebab ancaman tersebut, mulai dari pergeseran penggunaan bahasa dalam keluarga, pengaruh globalisasi, hingga minimnya pewarisan bahasa dari generasi tua kepada generasi muda. Ia juga menyoroti persepsi negatif yang berkembang di tengah masyarakat terhadap penggunaan bahasa Aceh.

“Banyak keluarga kini lebih memilih menggunakan Bahasa Indonesia atau bahasa asing dalam komunikasi sehari-hari, bahkan di lingkungan rumah. Ini realita yang harus kita ubah,” ujarnya.

Selain itu, perpindahan penduduk ke kota-kota besar serta pernikahan campur turut mempercepat penurunan jumlah penutur bahasa Aceh. Farhan menegaskan bahwa jika tidak ada langkah konkret, masyarakat Aceh akan kehilangan salah satu aspek terpenting dari identitas budayanya.

“Jika bahasa punah, maka kita kehilangan lebih dari sekadar alat komunikasi. Kita kehilangan budaya, identitas, dan sejarah peradaban kita,” ungkapnya prihatin.

Meski demikian, Farhan mengapresiasi berbagai pihak yang telah berupaya melestarikan bahasa Aceh, termasuk Balai Bahasa Aceh, akademisi, dan komunitas peduli bahasa. Menurutnya, program revitalisasi yang telah berjalan perlu terus diperkuat dan diperluas.

Baca Juga:  Provinsi Aceh Terima Dana Desa Terbesar ke-4 se-Indonesia

“Pelestarian bahasa Aceh tidak bisa hanya dibebankan kepada satu pihak. Ini tanggung jawab kolektif. Pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat harus bergerak bersama,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menanamkan kesadaran pelestarian bahasa sejak dini melalui lingkungan pendidikan dan keluarga. Dalam upaya konkret, Pemkab Aceh Besar melalui surat edaran Bupati Aceh Besar mulai mewajibkan penggunaan bahasa Aceh bagi aparatur sipil negara (ASN).

“Mulai hari Kamis, seluruh ASN Aceh Besar kita wajibkan menggunakan bahasa Aceh dalam berkomunikasi. Kita harap di sekolah pun demikian, agar anak-anak tidak kehilangan jati diri budayanya,” tandas Farhan.

Ia berharap hasil penelitian BRIN ini menjadi momentum kebangkitan gerakan pelestarian bahasa dan budaya Aceh agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.(*)

Berita Terkait

Cinta Tanah Air, Sertu Hendro Sutikno Jadi Pembina Upacara di SDN Meunasah Tutong
Serma Sucipto Latih Paskibraka Aceh Besar Sejak Hari Pertama
Dukung Ketahanan Pangan, Babinsa Pantau Tanaman Jagung di Aceh Besar
Danramil Lembah Seulawah Temui Kepala Sekolah dan Pengelola Makan Gratis
Dandim 0101/KBA Serahkan Sumur Bor Hasil Kolaborasi dengan PNM di Aceh Besar
Dandim KBA Hadiri Pengarahan Program MBG: Dorong Kepemimpinan Tangguh di Setiap Dapur SPPG
Kodim dan Pemkab Aceh Besar Kompak Siapkan TMMD 124 TA 2025
Sejumlah Warkop di Aceh Besar Tetap Buka di Hari Pertama Puasa Ramadhan 1446 H

Berita Terkait

Minggu, 3 Agustus 2025 - 06:09 WIB

Serma Sucipto Latih Paskibraka Aceh Besar Sejak Hari Pertama

Selasa, 15 Juli 2025 - 13:41 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Babinsa Pantau Tanaman Jagung di Aceh Besar

Minggu, 13 Juli 2025 - 08:30 WIB

Bahasa Aceh Terancam Punah Secara Pasti

Senin, 23 Juni 2025 - 18:05 WIB

Danramil Lembah Seulawah Temui Kepala Sekolah dan Pengelola Makan Gratis

Kamis, 19 Juni 2025 - 16:40 WIB

Dandim 0101/KBA Serahkan Sumur Bor Hasil Kolaborasi dengan PNM di Aceh Besar

Selasa, 17 Juni 2025 - 12:32 WIB

Dandim KBA Hadiri Pengarahan Program MBG: Dorong Kepemimpinan Tangguh di Setiap Dapur SPPG

Kamis, 24 April 2025 - 18:30 WIB

Kodim dan Pemkab Aceh Besar Kompak Siapkan TMMD 124 TA 2025

Sabtu, 1 Maret 2025 - 21:09 WIB

Sejumlah Warkop di Aceh Besar Tetap Buka di Hari Pertama Puasa Ramadhan 1446 H

Berita Terbaru

Tim MER-C yang menyalurkan bantuan untuk korban bencana banjir dan tanah runtuh (Hidrometeorologi) dan yang terdampak olehnya ke Aceh, 4 Desember 2025.

Lhokseumawe

MER-C Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Banjir di Aceh

Kamis, 4 Des 2025 - 13:52 WIB

Banjir merendam ruas jalan di Aceh Utara. (dok/Polres Aceh Utara)

Umum

Banjir Di Aceh, Tower Transmisi Roboh listrik Padam

Rabu, 26 Nov 2025 - 14:30 WIB

Terjadi ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara pada Jumat (7/11/2025) siang.(KOMPAS.com/Omarali Dharmakrisna Soedirman )

Nasional

Ledakan Terjadi di SMAN 72 Kelapa Gading Barat Jakarta Utara

Jumat, 7 Nov 2025 - 15:01 WIB

Suasana khidmat kerumunan warga Palestina yang menerima tahanan yang dibebaskan dari penjara Israel di kota Khan Younis di Jalur Gaza selatan sebagai bagian dari kesepakatan perlawanan.

Internasional

Ribuan Tahanan Palestina Dibebaskan oleh Israel, Warga Bersorak-sorai

Selasa, 14 Okt 2025 - 14:56 WIB