Santri Mudi Samalanga Ikuti Program Harmony in Action di Nong Chok Thailand

Sabtu, 25 Mei 2024 - 21:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Santri dari Ma'had Aly MUDI Mesra Samalanga, Bireun, Saidil Mukammil Bawarith, menjadi salah satu delegasi untuk mengikuti program Harmony in Action, Senin (20/5/2024) di Nong Chok, Thailand.

Santri dari Ma'had Aly MUDI Mesra Samalanga, Bireun, Saidil Mukammil Bawarith, menjadi salah satu delegasi untuk mengikuti program Harmony in Action, Senin (20/5/2024) di Nong Chok, Thailand.

Isuaceh.com, Samalanga – Santri dari Ma’had Aly MUDI Mesra Samalanga, Kabupaten Bireuen, Saidil Mukammil Bawarith, menjadi salah satu delegasi untuk mengikuti program Harmony in Action, Senin (20/5/2024) di Nong Chok, Thailand.

Tak sendiri, Saidil juga ditemani lima delegasi lainnya mewakili Indonesia untuk mengikuti program yang diadakan oleh organisasi Asian Muslim Action Network (AMAN) bekerjasama dengan International Institute of Peace and Development Studies (IIPDS) tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun kelima delegasi lainnya berasal dari instansi berbeda yakni Nailis Wildany mahasiswi Pascasarjana Universitas Syiah Kuala, Meuthia Raihan mahasiswi Strata 1 UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Rismayani dan Tajul Iflah mahasiswi Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Ghinaya Nafisa yang merupakan siswi SMA Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB) Banda Aceh.

Saidil mengatakan bahwa kegiatan program Harmony in Action ini diikuti oleh beberapa perwakilan dari sembilan negara yang mencakup Indonesia, Thailand, Myanmar, Nepal, Gambia, Srilanka, India, Bangladesh dan Turki.

“Kegiatan ini membahas terkait isu-isu global mengenai HAM, gender equality dan resolusi konflik,” kata Saidil Mukammil Bawarith, yang juga ketua PD Pelajar Islam Indonesia Pidie Jaya, Jumat (24/5/2024).

Baca Juga:  Para Santri di Samalanga Ikut MTQ Antar TPA dan Balai Pengajian

Kegiatan berlangsung selama tiga hari (18-20 Mei), diisi oleh pemateri-pemateri dengan latar belakang yang berbeda-beda.

Pada hari pertama, dilakukan diskusi yang membahas seputar Hak Asasi Manusia (HAM) beserta urgensinya.

Peserta juga dibawa untuk memahami interaksi antar gender dengan Ras, Golongan, Agama, Suku dan Identitas.

Dimana pada materi ini juga peserta dibentuk grup diskusi terhadap kasus diskriminasi dan kekerasan berdasarkan gender, peserta dituntut untuk memahami dalam studi kasus terkait apa yang harus dilakukan dan bagaimana solusi terhadap kasus-kasus tersebut.

“Ms. Nyo Mar Than dari Myanmar menyebutkan bahwa Demokrasi dan HAM itu bukanlah hanya ketika pemilihan kita menerapkan one man one vote tetapi HAM dan Demokrasi adalah ketika setiap orang memperoleh haknya secara penuh. Hak asasi manusia akan terpenuhi jika memiliki sifat indivisible (tak terpisahkan), inaliable (tak dapat dicabut), dan interralated (saling berhubungan)” Kata Mukammil, mengutip paparan Nyo Mar Thn dari Myanmar.

Baca Juga:  Hari lingkungan hidup sedunia, Pemerintah Aceh sudah tetapkan 350 gampong iklim

Dilanjutkan pada hari kedua, kegiatan diawali dengan materi terkait menangani tantangan global yang diisi oleh Muhammad Abdus Sabur yang merupakan salah satu pendiri organisasi Asian Muslim Action Network dan juga presiden Asian Resource Foundation.

Terakhir, agenda di hari ketiga kegiatan bertepatan dengan tanggal 20 Mei, seluruh peserta melaksanakan studi tour di Thammasat University, Auditorium Fakultas Sosiologi dan Antropologi.

Pada momen ini, peserta diberi pemahaman tentang multiculturalism yang terjadi di Thailand.

Dalam kesempatan itu juga peserta juga diajak melihat pameran kemanusiaan hingga mengunjungi candi bersejarah di Thailand yang menjadi saksi bisu terhadap konflik antara kerajaan Thailand dan Myanmar dulunya.

Terakhir, Saidil mengaku bangga bisa menjadi salah satu perwakilan dari Indonesia untuk menjadi bagian perjalanan keilmuan.

“Ini menjadi kesempatan berharga ini menjadi sebuah kehormatan bagi kami dapat ikut berpartisipasi dalam memahami antar multi-etnik, multi-budaya, multi-agama,” pungkas Saidil.(*)

Berita Terkait

Ketua PWNU Aceh Isi Pengajian di Warung Kopi
Usman Sulaiman Ibrahim Jemaah Haji Asal Bireuen Meninggal Dunia di Arab Saudi
Kahmi Bireuen Gelar Musda Ke III, Ini Nama-nama 7 Presidium Terpilih
Pria Gangguan Jiwa di Bireuen Bakar Rumahnya Sendiri
Lagi Jamaah Haji Asal Bireuen Meninggal Dunia di Arab Saudi, di Aceh Total Jadi 7 Orang
Polres Bireuen Tangkap Dua Pemain Judi Online di Kuta Blang
Mantan Camat Kota Juang Ancam Penjarakan Wartawan, terkait Berita bantuan rumah
Jemaah Haji asal Bireuen Nasrun bin Ismail Meninggal Dunia di Mina Mekkah
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Juni 2024 - 22:42 WIB

Ketua PWNU Aceh Isi Pengajian di Warung Kopi

Senin, 24 Juni 2024 - 17:42 WIB

Usman Sulaiman Ibrahim Jemaah Haji Asal Bireuen Meninggal Dunia di Arab Saudi

Senin, 24 Juni 2024 - 17:34 WIB

Kahmi Bireuen Gelar Musda Ke III, Ini Nama-nama 7 Presidium Terpilih

Minggu, 23 Juni 2024 - 12:46 WIB

Pria Gangguan Jiwa di Bireuen Bakar Rumahnya Sendiri

Jumat, 21 Juni 2024 - 00:49 WIB

Lagi Jamaah Haji Asal Bireuen Meninggal Dunia di Arab Saudi, di Aceh Total Jadi 7 Orang

Kamis, 20 Juni 2024 - 21:42 WIB

Polres Bireuen Tangkap Dua Pemain Judi Online di Kuta Blang

Rabu, 19 Juni 2024 - 21:45 WIB

Mantan Camat Kota Juang Ancam Penjarakan Wartawan, terkait Berita bantuan rumah

Rabu, 19 Juni 2024 - 21:26 WIB

Jemaah Haji asal Bireuen Nasrun bin Ismail Meninggal Dunia di Mina Mekkah

Berita Terbaru

Foto:X Hasil Euro 2024, Austria menang 3-2 lawan Belanda

Olahraga

Hasil Euro 2024, Austria menang 3-2 lawan Belanda

Rabu, 26 Jun 2024 - 01:18 WIB

Della Sabrina Indah Putri dan Irfan Hakim

Seleb

Istri Irfan Hakim membolehkan suaminya untuk poligami

Selasa, 25 Jun 2024 - 13:25 WIB