Kejari Bireuen Selidiki Perjalanan Bimtek Aparatur Gampong ke Jawa Timur

Jumat, 5 Juli 2024 - 18:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Kontras.

i

Ilustrasi. Foto: Kontras.

Biteuen, – Kepala Seksi Intelejen Kejaksaan Negeri Bireuen, Abdi Fikri, mengatakan tim seksi tindak pidana khusus sedang menyelidiki perjalanan bimbingan teknik aparatur gampong di Kecamatan Peusangan ke Surabaya-Sidoarjo, Jawa Timur. Penyelidikan itu dilakukan karena kegiatan tersebut berpotensi merugikan negara.

“Saat ini dalam tahap penyelidikan, sedang mengumpulkan data,” kata Abdi Fikri kepada AJNN, Jumat, 05 Juli 2024.

Abdi memastikan kejaksaan serius dalam menangani perkara ini. Apabila terbukti ada indikasi penggunaan dana desa hingga mengakibatkan kerugian negara, tentu akan ditindak dan diproses hukum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, Aparatur gampong di Bireuen melakukan studi contoh (bimbingan teknis) ke sejumlah desa di Sidoarjo-Surabaya, Jawa Timur. Perjalanan yang dibiayai menggunakan uang desa itu juga dinikmati oleh tuha peut dan pemuda gampong.

Hal yang sama juga dilakukan oleh sejumlah pejabat Tuha Peut di kabupaten itu. Mereka direcanakan melakukan perjalanan ke kantor Kementerian Dalam Negeri di Jakarta dan sejumlah lokasi lain. Adapun ketua pemuda di kabupaten itu dijadwalkan melakukan perjalanan ke Medan, Sumatera Utara.

Baca Juga:  BPK Temukan Kelebihan Pembayaran Perjalanan Dinas di Bireuen sebesar Rp 27 juta

Sumber AJNN di Pemerintahan Kabupaten Bireuen mengatakan jadwal pelaksanaan bimtek aparatur desa di setiap kecamatan berbeda-beda. “Saat ini, dari seluruh 17 kecamatan di Bireuen, beberapa kecamatan telah selesai mengikuti Bimtek. Sementara Kecamatan Jeunib dan Kutablang, para keuchik sedang melaksanakan Bimtek,” kata sumber tersebut, Selasa, 28 Mei lalu.

Untuk melaksanakan seluruh perjalanan itu, setiap desa diwajibkan membayar Rp 38 juta. Seorang keuchik di Kecamatan Gandapura mengatakan bahwa uang untuk kegiatan Bimtek tersebut menggunakan anggaran dana desa tahun anggaran 2024.

Namun perjalan untuk masing-masing gampong dijadwalkan terpisah. Perjalanan sengaja dirancang senyap agar tidak mendapatkan sorotan publik.

Padahal untuk pelesiran keuchik, dana desa yang dihabiskan dana mencapai Rp 17 juta. Pelesiran tuha peut Rp 16 juta, dan pelesiran ketua pemuda Rp 6 juta. “Kami melakukan rapat bersama di kantor camat dengan pihak BKAD kecamatan beserta Apdesi untuk membahas hal ini,” kata sumber itu.

Keuchik tersebut menyayangkan dana desa yang dipakai untuk keperluan Bimtek yang sia-sia. Seharusnya uang itu dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Biruen karena sepulangnya dari pelesiran itu, tidak ada manfaat yang dapat disebar di gampong masing-masing.

Baca Juga:  Mantan Camat Kota Juang Ancam Penjarakan Wartawan, terkait Berita bantuan rumah

Kegiatan itu melibatkan 609 gampong di Bireuen. Total uang dana desa yang digunakan untuk kegiatan ini mencapai Rp 23 miliar. “Gampong kami bertekad tidak ada aparatur desa yang ikut, karena kami pikir tidak bisa dipertanggungjawabkan di akhirat,” kata keuchik tersebut.

Camat Gandapura, Azmi menolak memberikan komentar terkait hal ini. Dia menyarankan untuk menghubungi Ketua Badan Koordinasi Antar Desa (BKAD) Kecamatan Gandapura Rijalul Fadli. “Kami di Gandapura belum ada keputusan. Dana desa tahun ini belum sepenuhnya cair,” kata Rijalul.

Hal senada disampaikan Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kecamatan Gandapura, Mauliadi Sulaiman. Dia mengatakan belum jelas kapan Bimtek keuchik akan dilaksanakan di kecamatan tersebut.

“Belum ada persetujuan karena untuk ketua pemuda disarankan (digelar) di Bireuen, tuha peut ke Medan. Karena itu rapat gagal,” kata Sulaiman.

Ketua Apdesi Kabupaten Bireuen, Bahrul Fazal M Puteh, menolak memberikan keterangan. Hingga berita ini ditayangkan, pesan singkat dan panggilan ke nomor whatsapp tidak dibalas.(*)

Sumber Berita : AJNN

Berita Terkait

Kajari Bireuen Launching Gampong Juli Uruek Anoe Jadi Pertama Desa Anti Politik Uang
Operasi PS, Sat Lantas Polres Bireuen Kampanye Keselamatan Berlalu Lintas
RSUD dr Fauziah Bireuen Sediakan Layanan Intat Ubat dengan Biaya Murah
JPU Bireuen ajukan kasasi, terkait Vonis bebas terdakwa Korupsi BPRS Kota Juang
Kejari Bireuen Terima Tersangka dan Barang Bukti Perkara Pemerkosaan Terhadap Anak
Kejari Bireuen tetapkan tersangka korupsi PNPM Gandapura Rp1,16 miliar
Kejari Bireuen gandeng inspektorat hitung kerugian negara terkait korupsi PNPM
Polisi Amankan 13 Remaja Terkait Penganiayaan di Bireuen, Seorang Ditahan

Berita Terkait

Rabu, 17 Juli 2024 - 14:01 WIB

Kajari Bireuen Launching Gampong Juli Uruek Anoe Jadi Pertama Desa Anti Politik Uang

Rabu, 17 Juli 2024 - 13:10 WIB

Operasi PS, Sat Lantas Polres Bireuen Kampanye Keselamatan Berlalu Lintas

Sabtu, 13 Juli 2024 - 20:10 WIB

RSUD dr Fauziah Bireuen Sediakan Layanan Intat Ubat dengan Biaya Murah

Kamis, 11 Juli 2024 - 13:55 WIB

JPU Bireuen ajukan kasasi, terkait Vonis bebas terdakwa Korupsi BPRS Kota Juang

Rabu, 10 Juli 2024 - 12:54 WIB

Kejari Bireuen Terima Tersangka dan Barang Bukti Perkara Pemerkosaan Terhadap Anak

Selasa, 9 Juli 2024 - 13:03 WIB

Kejari Bireuen tetapkan tersangka korupsi PNPM Gandapura Rp1,16 miliar

Jumat, 5 Juli 2024 - 18:52 WIB

Kejari Bireuen Selidiki Perjalanan Bimtek Aparatur Gampong ke Jawa Timur

Rabu, 3 Juli 2024 - 14:04 WIB

Kejari Bireuen gandeng inspektorat hitung kerugian negara terkait korupsi PNPM

Berita Terbaru

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia 2024

Kesehatan

PMI Kota Banda Aceh Gelar Aksi Donor Darah Sukarela

Rabu, 17 Jul 2024 - 13:01 WIB