Penyidik KPK periksa dua pejabat Kemensos terkait korupsi bansos

Senin, 24 Juni 2024 - 16:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terdakwa kasus dugaan korupsi anggaran distribusi bantuan sosial beras Program Keluarga Harapan (PKH) di Kementerian Sosial (Kemensos) RI 2020-2021. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

i

Terdakwa kasus dugaan korupsi anggaran distribusi bantuan sosial beras Program Keluarga Harapan (PKH) di Kementerian Sosial (Kemensos) RI 2020-2021. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Jakarta – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin, memeriksa dua orang pejabat Kementerian Sosial (Kemensos) sebagai saksi kasus dugaan korupsi anggaran distribusi bantuan sosial beras untuk keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) pada tahun 2020—2021 di Kementerian Sosial.

“Pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK K4 atas nama Rosehan Ansyari selaku Kasubdit Pencegaan pada Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Kemensos RI,” kata Juru Bicara KPK Tesaa Mahardika saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (24/6).

Dua saksi lainnya, yakni Kasubbag Verifikasi dan Akuntansi Sekretariat Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial RI Firmansyah dan staf Subbag Tata Laksana Keuangan, Bagian Keuangan, Setditjen Perlindungan dan Jaminan Sosial, Kementerian Sosial RI Robbin Saputra.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam perkara tersebut penyidik KPK telah menahan dan menyidangkan enam terdakwa, yakni Dirut PT Bhanda Ghara Reksa (BGR) Persero periode 2018—2021 M. Kuncoro Wibowo (MKW), mantan Direktur Komersial PT BGR Persero Budi Susanto (BS), dan mantan Vice President Operasional PT BGR Persero April Churniawan (AC).

Baca Juga:  Sofyan Caleg DPRK Aceh Tamiang Dapat Rp380 Juta dari Jaringan Sabu Malaysia

Berikutnya Direktur Utama Mitra Energi Persada/Tim Penasihat PT Primalayan Teknologi Persada (2020) Ivo Wongkaren (IW), Tim Penasihat PT Primalayan Teknologi Persada Roni Ramdhani (RR), dan General Manager PT Trimalayan Teknologi Persada Richard Cahyanto (RC).

Penyidik KPK memperkirakan perbuatan para tersangka itu telah mengakibatkan kerugian keuangan negara sekitar Rp127,5 miliar.

Direktur Utama PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) periode 2018—2021 Muhammad Kuncoro Wibowo dituntut 9 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 12 bulan penjara dalam kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos).

Pada perkara ini, Kuncoro didakwa merekayasa pekerjaan konsultansi dengan menunjuk PT Primalayan Teknologi Persada sebagai konsultan PT Bhanda Ghara Reksa dalam penyaluran bansos beras Kementerian Sosial sehingga merugikan negara sejumlah Rp127.144.055.620,00.

Selain Kuncoro, petinggi PT Bhanda Ghara Reksa lainnya yang turut didakwa dalam persidangan tersebut ialah Direktur Komersil periode Juni 2020—Desember 2021 Budi Susanto dan Vice President Operation and Support periode Agustus 2020—Maret 2021 April Churniawan.

Baca Juga:  Polres Aceh Tamiang tangkap Dua Penjudi Online di Karangbaru

Budi dan April sama-sama dituntut pidana penjara 9 tahun dan denda Rp1 miliar subsider 12 bulan penjara.

Jaksa menilai Budi dan April merupakan inisiator atau perencana yang menghendaki perbuatan haram tersebut.

Kedua terdakwa itu, menurut jaksa, terbukti bersalah melanggar Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, jaksa juga menuntut April untuk membayar uang pengganti sebesar Rp1.275.000.000,00 dikurangi barang bukti tertentu. Dengan ketentuan apabila uang pengganti tidak dibayar paling lama 1 bulan pasca-putusan inkrah, harta bendanya dilelang atau dipidana penjara selama 2 tahun.(*)

Sumber Berita : Antara

Berita Terkait

Sakit dan Keterbatasan Biaya, BPPA Pulangkan 4 Warga Aceh Dari Jakarta
Trump Ditembak, Jokowi: Segala Bentuk Kekerasan dalam Demokrasi Tidak Dapat Dibenarkan
Polres Nagan Raya tangkap empat warga terkait kepemilikan ganja 21,5 Kg
Kasus minuman keras, 4 Terpidana jalani Hukuman Cambuk di Banda Aceh
Pria yang Lecehkan Dua Anaknya di Bireuen Dituntut 7,5 Tahun Penjara
Pria Aceh Timur masukkan Sabu ke perut lewat anus, pulang dari Malaysia
Para Pemain Judi Online di Aceh yang sudah ditangkap bakal di Hukum Cambuk
Tim Gabungan Polisi dan Bea Cukai Tangkap 180 Kilogram Sabu di Perairan Aceh Timur

Berita Terkait

Selasa, 16 Juli 2024 - 17:43 WIB

Sakit dan Keterbatasan Biaya, BPPA Pulangkan 4 Warga Aceh Dari Jakarta

Minggu, 14 Juli 2024 - 18:32 WIB

Trump Ditembak, Jokowi: Segala Bentuk Kekerasan dalam Demokrasi Tidak Dapat Dibenarkan

Selasa, 9 Juli 2024 - 13:10 WIB

Polres Nagan Raya tangkap empat warga terkait kepemilikan ganja 21,5 Kg

Selasa, 2 Juli 2024 - 18:32 WIB

Kasus minuman keras, 4 Terpidana jalani Hukuman Cambuk di Banda Aceh

Selasa, 2 Juli 2024 - 16:57 WIB

Pria yang Lecehkan Dua Anaknya di Bireuen Dituntut 7,5 Tahun Penjara

Senin, 1 Juli 2024 - 15:06 WIB

Pria Aceh Timur masukkan Sabu ke perut lewat anus, pulang dari Malaysia

Rabu, 26 Juni 2024 - 21:42 WIB

Para Pemain Judi Online di Aceh yang sudah ditangkap bakal di Hukum Cambuk

Rabu, 26 Juni 2024 - 17:30 WIB

Tim Gabungan Polisi dan Bea Cukai Tangkap 180 Kilogram Sabu di Perairan Aceh Timur

Berita Terbaru

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia 2024

Kesehatan

PMI Kota Banda Aceh Gelar Aksi Donor Darah Sukarela

Rabu, 17 Jul 2024 - 13:01 WIB