Jika Israel Terlibat Jatuhnya Heli 212 Presiden Iran, akan Terjadi Perang Besar

Rabu, 22 Mei 2024 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peti Jenazah mendiang Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Anggotanya tiba di Teheran pada hari Selasa (21/5/2024). Untuk dibawa ke Kota suci Qom/ Foto: Screenshot Video Telegram

Peti Jenazah mendiang Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Anggotanya tiba di Teheran pada hari Selasa (21/5/2024). Untuk dibawa ke Kota suci Qom/ Foto: Screenshot Video Telegram

Isuaceh.com, Jakarta – Pengamat politik dan militer Universitas Nasional (Unas), Selamat Ginting, mengungkapkan jika hasil penyelidikan kasus jatuhnya helikopter kepresidenan Iran terbukti ada keterlibatan Israel, kemungkinan Iran akan melakukan tindakan sangat tegas dan terjadi perang besar-besaran di kawasan Timur Tengah

“Perang besar-besaran akan terjadi, karena Israel kerap melakukan provokasi untuk melibatkan Amerika Serikat agar terlibat dalam konflik bersenjata untuk mendukung Israel. Sebaliknya, Iran kemungkinan akan dapat dukungan penuh dari Rusia, China, dan Korea Utara,” kata Selamat Ginting di Jakarta, Rabu (22/5/2024).

Pelayat Penuhi Jalanan Iran Saat Prosesi Pemakaman Presiden Ebrahim Raisi

Ia menanggapi kecelakaan helikopter di kota Tabriz yang menyebabkan tewasnya Presiden Iran Ebrahim Raisi (63 tahun). Helikopter naas itu ditumpangi Presiden Iran bersama beberapa pejabat, termasuk Menteri Luar Negeri Hossein Amir Abdollahian. Tujuan Presiden Iran Raisi menumpangi helikopter itu untuk meresmikan sebuah proyek bendungan Qiz-Walasi di perbatasan Azerbaijan. Insiden terjadi pada Ahad (19/5/2024) waktu setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Selamat Ginting, apabila ada yang selamat dalam kecelakaan helikopter tersebut, sangat mudah untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Termasuk jika sistem record black box bisa mengungkap apa yang sesungguhnya terjadi sehingga helikopter kepresidenan Iran jatuh.

Baca Juga:  Israel Gempur Jenin Tepi Barat, Militan Senior Palestina Meninggal Dunia

Jika helikopter itu ditembak, pasti ada jejak dan bukti-buktinya. Kita tunggu saja hasil penyelidikan militer Iran,” kata Selamat Ginting yang pernah meliput di Istana Presiden Iran pada 2011 saat Mahmud Ahmadinejad memimpin pemerintahan Iran.

Dari hasil penyelidikan, kata Ginting, nantinya akan dapat diketahui apakah jatuhnya helikopter tersebut akibat kecelakaan biasa, karena kondisi cuaca yang buruk atau ada sabotase yang diduga melibatkan Israel, Amerika dan negara-negara sekutunya. Mengingat helikopter Bell 212 buatan Amerika Serikat.

Tentu saja ada spekulasi-spekulasi seperti itu yang berkembang di Iran mengingat belum lama ini Iran membalas serangan Israel dengan meluncurkan sekitar 300 rudal dan drone ke wilayah Israel. Serangan balasan Iran dilakukan setelah Israel diduga menyerang Konsulat Iran di Damaskus-Suriah pada awal April 2024 lalu,” kata dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unas itu.

Selama ini, lanjut Ginting, Iran senantiasa menghindari perang terbuka dengan Israel. Kendati Perdana Menteri Israel Netanyahu kerap memprovokasi terjadinya perang. Tujuannya tidak lain, untuk menarik Amerika Serikat turut serta dalam konflik bersenjata di Timur Tengah.

Baca Juga:  Pejabat Israel sangkal negaranya terkait kematian Presiden Iran Ebrahim Raisi

Dikemukakan, Iran lebih memilih untuk bersabar sambil membangun kemampuan militer dan nuklirnya. Sejumlah pihak memperkirakan akan terjadi perang antara Iran dengan Israel pada 2030 yang juga melibatkan milisi Hizbullah, Hamas, dan Houthi yang selama ini berani memberikan perlawanan terhadap tentara Israel.

Menurutnya, ada hal yang menarik dari pertemuan Presiden Iran Sayyid Raisi dan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev sebelum pembukaan bendungan Qiz-Walasi. Azerbaijan sebagai negara mayoritas Syiah dan merupakan negara tetangga Iran. Namun, Azerbaijan dikenal sebagai sekutu terdekat pemerintahan Zionis Israel. Azerbaijan merupakan pemasok minyak utama untuk Zionis Israel melalui pintu masuk dari Turki.

“Jadi kerja sama antara Iran dengan Azerbaijan antara lain sebagai bentuk diplomasi Iran agar Azerbaijan sebagai sesama penganut mayoritas Syiah memiliki hubungan bertetangga yang lebih bersahabat,” pungkas Ginting yang lama menjadi wartawan bidang politik dan militer.(*)

Sumber Berita : Republika

Berita Terkait

Houthi menyerang kapal Yunani dengan drone di lepas pantai Yaman
Israel dan Hizbullah Memanas, Kuwait Mulai Evakuasi Warganya dari Lebanon
Serangan Hizbullah Dapat Membuat Israel Tidak Dapat Dihuni dalam 72 Jam
Jumlah korban meninggal warga Gaza capai 37.551 orang dan 85.911 lainnya terluka
70.000 Ribu Tentara Israel Cacat Akibat Perang Gaza, Ribuan Luka-luka
AS Cemas Perang Israel-Hizbullah Bakal Bikin Iron Dome Kewalahan
Para pejabat Amerika tidak tahu bagaimana menghentikan pertempuran di Gaza
Kapal kargo Tutor milik Yunani tenggelam akibat serangan Houthi di Laut Merah
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Juni 2024 - 18:44 WIB

Houthi menyerang kapal Yunani dengan drone di lepas pantai Yaman

Senin, 24 Juni 2024 - 18:24 WIB

Israel dan Hizbullah Memanas, Kuwait Mulai Evakuasi Warganya dari Lebanon

Sabtu, 22 Juni 2024 - 23:15 WIB

Serangan Hizbullah Dapat Membuat Israel Tidak Dapat Dihuni dalam 72 Jam

Sabtu, 22 Juni 2024 - 20:13 WIB

Jumlah korban meninggal warga Gaza capai 37.551 orang dan 85.911 lainnya terluka

Jumat, 21 Juni 2024 - 16:40 WIB

70.000 Ribu Tentara Israel Cacat Akibat Perang Gaza, Ribuan Luka-luka

Jumat, 21 Juni 2024 - 16:28 WIB

AS Cemas Perang Israel-Hizbullah Bakal Bikin Iron Dome Kewalahan

Kamis, 20 Juni 2024 - 14:17 WIB

Para pejabat Amerika tidak tahu bagaimana menghentikan pertempuran di Gaza

Kamis, 20 Juni 2024 - 13:58 WIB

Kapal kargo Tutor milik Yunani tenggelam akibat serangan Houthi di Laut Merah

Berita Terbaru

Della Sabrina Indah Putri dan Irfan Hakim

Seleb

Istri Irfan Hakim membolehkan suaminya untuk poligami

Selasa, 25 Jun 2024 - 13:25 WIB