Israel Membunuh Saudara Perempuan Ismail Haniyeh dan 23 Warga Gaza Lainnya

Rabu, 26 Juni 2024 - 14:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ummu Nahed saudara perempuan Komandan Abu Al-Abd “Ismail Haniyeh,” yang syahid hari ini/ Foto: Telegram

i

Ummu Nahed saudara perempuan Komandan Abu Al-Abd “Ismail Haniyeh,” yang syahid hari ini/ Foto: Telegram

Gaza, – Pasukan Israel membunuh sedikitnya 24 warga Gaza dalam tiga serangan udara berbeda di Kota Gaza pada Selasa pagi, 25 Juni 2024. Puluhan korban tewas tersebut termasuk saudara perempuan Ismail Haniyeh, Ketua kelompok Hamas, kata pejabat kesehatan dan petugas medis Gaza.

Warga Gaza menceritakan tank-tank Israel melaju lebih dalam ke wilayah barat Rafah di Gaza selatan, meledakkan rumah-rumah sekitarnya. Tenaga kesehatan mengatakan dua serangan udara Israel menghantam dua sekolah di Kota Gaza, menewaskan sedikitnya 14 orang.

Sepuluh orang lainnya tewas dalam serangan berbeda terhadap sebuah rumah di kamp pengungsi di pantai (disebut Shati), salah satu dari delapan kamp pengungsi bersejarah di Gaza.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rumah di Shati tersebut merupakan milik keluarga besar Haniyeh, Ketua Hamas yang saat ini tinggal di Qatar. Anggota keluarga dan petugas medis mengkonfirmasi salah satu saudara perempuan Haniyeh terbunuh bersama kerabat lainnya.

Haniyeh, yang memimpin diplomasi Hamas dan merupakan tokoh publik dari kelompok yang memimpin Gaza sejak 2007 itu, telah kehilangan banyak anggota keluarga sejak serangan 7 Oktober 2023 dimulai, termasuk tiga putranya.

Baca Juga:  Serangan Hizbullah Dapat Membuat Israel Tidak Dapat Dihuni dalam 72 Jam

Menanggapi serangan terbaru Israel yang menewaskan saudara perempuannya, Haniyeh menegaskan kembali tuntutan kelompok itu untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan Israel. Ia mengatakan membunuh kerabatnya tidak akan mempengaruhi tindakan Hamas.

“Kami tetap berpendapat perjanjian apa pun yang tidak menjamin gencatan senjata dan diakhirinya agresi bukanlah sebuah perjanjian. Posisi kami mengenai hal ini tidak akan berubah pada tahap apa pun,” kata Haniyeh dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters.

Hassan Kaskin, seorang tetangga, mengatakan rumah keluarga Haniyeh dihantam bom tanpa peringatan terlebih dahulu sebelum fajar pada Selasa, 25 Juni 2024. Rekaman yang diperoleh Reuters menunjukkan bangunan bertingkat itu hancur menjadi puing-puing.

“Mereka berjumlah sepuluh orang, tiga di antaranya terlempar ke luar rumah dan tujuh orang tertimbun reruntuhan – tanpa peringatan sebelumnya, dengan orang-orang di sekitar mereka, dan ada yang terluka di antara tetangga,” kata Kaskin kepada Reuters.

Pasukan Israel telah menargetkan milisi Palestina di Kota Gaza yang terlibat dalam perencanaan serangan terhadap Israel. Dikatakan bahwa para militan tersebut termasuk beberapa orang yang menyandera warga Israel selatan dalam serangan 7 Oktober lalu.

Angkatan Udara Israel mengebom dua bangunan yang katanya digunakan oleh teroris Hamas di Shati dan Daraj Tuffah di Gaza utara.

Baca Juga:  Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ajak Komponen Bangsa Dukung PON 2024 di Aceh dan Sumut

“Para hamas beroperasi di dalam kompleks sekolah yang digunakan oleh Hamas sebagai perisai untuk kegiatanya,” demikian keterangan militer Israel dalam sebuah pernyataan.

Hamas membantah menggunakan fasilitas sipil seperti sekolah dan rumah sakit untuk tujuan militer. Secara terpisah, sayap bersenjata Hamas dan sekutu Jihad Islam Palestina (PIJ) mengatakan dalam pernyataan bersama bahwa pejuang mereka telah menembakkan bom mortir pada Senin malam, 24 Juni 2024, terhadap pasukan Israel di lingkungan Yibna di Rafah timur.

Di kota Khan Younis di utara Rafah, petugas medis mengatakan penembakan tank Israel menewaskan tujuh warga Palestina dan melukai beberapa orang lainnya di sebuah kamp tenda di distrik barat.

Pejabat kesehatan Gaza mengatakan setidaknya 45 warga Palestina telah tewas akibat serangan militer Israel di Gaza pada hari Selasa.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, total serangan Israel dari darat, laut dan udara telah menewaskan sedikitnya 37.658 orang dan melukai 86.237 orang lainnya di Gaza sejak serangan 7 Oktober 2023. (*)

Sumber Berita : REUTERS

Berita Terkait

Genosida Gaza Masih Terjadi, 5 Tokoh Muda Nahdliyin Ini Malah ke Israel
Balas Hizbullah, Israel lancarkan serangan udara ke Lebanon selatan
PM Hongaria Viktor Orban tiba di Kyiv, Ini kunjungan pertamanya sejak mulainya Invasi
Lagi Israel Gempur Gaza Selatan, Ribuan Orang Mengungsi
Roket Tianlong-3 Tiongkok jatuh saat uji peluncuran, terjadi ledakan dahsyat
Turki Akan Dukung Lebanon Jika Israel Memperluas Perang
Houthi menyerang kapal Yunani dengan drone di lepas pantai Yaman
Israel dan Hizbullah Memanas, Kuwait Mulai Evakuasi Warganya dari Lebanon

Berita Terkait

Minggu, 14 Juli 2024 - 17:28 WIB

Genosida Gaza Masih Terjadi, 5 Tokoh Muda Nahdliyin Ini Malah ke Israel

Jumat, 5 Juli 2024 - 19:41 WIB

Balas Hizbullah, Israel lancarkan serangan udara ke Lebanon selatan

Selasa, 2 Juli 2024 - 18:10 WIB

PM Hongaria Viktor Orban tiba di Kyiv, Ini kunjungan pertamanya sejak mulainya Invasi

Selasa, 2 Juli 2024 - 17:13 WIB

Lagi Israel Gempur Gaza Selatan, Ribuan Orang Mengungsi

Minggu, 30 Juni 2024 - 21:11 WIB

Roket Tianlong-3 Tiongkok jatuh saat uji peluncuran, terjadi ledakan dahsyat

Rabu, 26 Juni 2024 - 22:41 WIB

Turki Akan Dukung Lebanon Jika Israel Memperluas Perang

Rabu, 26 Juni 2024 - 14:31 WIB

Israel Membunuh Saudara Perempuan Ismail Haniyeh dan 23 Warga Gaza Lainnya

Senin, 24 Juni 2024 - 18:44 WIB

Houthi menyerang kapal Yunani dengan drone di lepas pantai Yaman

Berita Terbaru

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia 2024

Kesehatan

PMI Kota Banda Aceh Gelar Aksi Donor Darah Sukarela

Rabu, 17 Jul 2024 - 13:01 WIB