Lagi Israel Gempur Gaza Selatan, Ribuan Orang Mengungsi

Selasa, 2 Juli 2024 - 17:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

serangan udara terhadap area Jalur Gaza bagian selatan pada Selasa (2/7) ribuan warga Palestina untuk mengungsi

i

serangan udara terhadap area Jalur Gaza bagian selatan pada Selasa (2/7) ribuan warga Palestina untuk mengungsi

Gaza City – Militer Israel kembali melancarkan serangan udara terhadap area Jalur Gaza bagian selatan pada Selasa (2/7) waktu setempat.

Gempuran terbaru itu memaksa ribuan warga Palestina untuk mengungsi setelah militer Tel Aviv memerintahkan evakuasi di area setempat yang padat penduduk.

Seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Selasa (2/7/2024), sejumlah saksi mata melaporkan bahwa rentetan serangan menghantam area di dan sekitar kota Khan Younis, yang menurut sumber medis dan Bulan Sabit Merah Palestina telah menewaskan delapan orang dan melukai lebih dari 30 orang lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengeboman itu terjadi setelah serangan roket yang langka dilancarkan dari wilayah Jalur Gaza ke arah Israel. Kelompok Jihad Islam, yang berperang melawan pasukan Tel Aviv bersama Hamas, mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Brigade al-Quds, sayap bersenjata Jihad Islam, mengklaim rentetan roket itu ditembakkan ke sejumlah area komunitas Israel di dekat perbatasan Gaza sebagai pembalasan atas “kejahatan (Israel) … terhadap rakyat Palestina”.

Baca Juga:  Harga minyak serai wangi di Gayo Lues naik 2000 Per kilogram

Militer Israel, dalam pernyataan terpisah, menyebut “sekitar 20 proyektil teridentifikasi mengudara dari area Khan Younis” dan mengklaim sebagian besar berhasil dicegat. Tidak ada laporan korban jiwa akibat serangan tersebut, dengan Tel Aviv menambahkan bahwa serangan artileri dilancarkan terhadap “sumber tembakan”.

Serangan itu diikuti dengan perintah evakuasi untuk area Al-Qarara, Bani Suhaila, dan kota-kota lainnya di area Rafah dan Khan Younis pada Selasa (2/7) waktu setempat. Perintah evakuasi terbaru itu dirilis oleh militer Israel hampir dua bulan setelah perintah awal untuk mengevakuasi Rafah menjelang serangan darat.

Sebelum serangan darat dilancarkan militer Israel terhadap Rafah, lebih dari satu juta orang telah mengungsi ke kota paling selatan di Jalur Gaza itu.

“Ketakutan dan kecemasan yang luar biasa mencengkeram masyarakat setelah perintah evakuasi. Ada perpindahan penduduk dalam jumlah besar,” ucap salah satu warga Bani Suhaila bernama Ahmad Najjar.

Wilayah-wilayah lainnya di Jalur Gaza juga masih terguncang akibat pertempuran yang terus berlanjut selama hampir sembilan bulan perang berkecamuk.

Baca Juga:  Balas atas Kematian Komandan Senior, Hizbullah Bombardir Israel

Para saksi mata dan badan pertahanan sipil Gaza melaporkan bahwa serangan udara Israel menghantam area Rafah bagian selatan dan di area kamp pengungsi Nuseirat bagian tengah. Di distrik Shujaiya yang ada di Gaza City, sejumlah saksi mata melaporkan adanya tembakan tank Israel secara besar-besaran.

Laporan koresponden AFP menyebut helikopter-helikopter militer Israel menembaki rumah-rumah di area Shujaiya.

Sementara Brigade al-Qassam, sayap bersenjata Hamas, melaporkan pasukannya terus melakukan pertempuran di Shujaiya dan Rafah. Secara terpisah, militer Israel mengklaim pasukannya “melenyapkan banyak teroris” dalam operasi di Shujaiya, di mana serangan udara juga menewaskan “sekitar 20 militan”.

Baru-baru ini, Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu menyatakan “fase intens” perang di Jalur Gaza telah mereda. Pada Minggu (30/6) waktu setempat, Netanyahu menyebut pasukan Israel “beroperasi di Rafah, Shujaiya, dan di mana pun di Jalur Gaza.(*)

Berita Terkait

Genosida Gaza Masih Terjadi, 5 Tokoh Muda Nahdliyin Ini Malah ke Israel
Balas Hizbullah, Israel lancarkan serangan udara ke Lebanon selatan
PM Hongaria Viktor Orban tiba di Kyiv, Ini kunjungan pertamanya sejak mulainya Invasi
Roket Tianlong-3 Tiongkok jatuh saat uji peluncuran, terjadi ledakan dahsyat
Turki Akan Dukung Lebanon Jika Israel Memperluas Perang
Israel Membunuh Saudara Perempuan Ismail Haniyeh dan 23 Warga Gaza Lainnya
Houthi menyerang kapal Yunani dengan drone di lepas pantai Yaman
Israel dan Hizbullah Memanas, Kuwait Mulai Evakuasi Warganya dari Lebanon

Berita Terkait

Minggu, 14 Juli 2024 - 17:28 WIB

Genosida Gaza Masih Terjadi, 5 Tokoh Muda Nahdliyin Ini Malah ke Israel

Jumat, 5 Juli 2024 - 19:41 WIB

Balas Hizbullah, Israel lancarkan serangan udara ke Lebanon selatan

Selasa, 2 Juli 2024 - 18:10 WIB

PM Hongaria Viktor Orban tiba di Kyiv, Ini kunjungan pertamanya sejak mulainya Invasi

Selasa, 2 Juli 2024 - 17:13 WIB

Lagi Israel Gempur Gaza Selatan, Ribuan Orang Mengungsi

Minggu, 30 Juni 2024 - 21:11 WIB

Roket Tianlong-3 Tiongkok jatuh saat uji peluncuran, terjadi ledakan dahsyat

Rabu, 26 Juni 2024 - 22:41 WIB

Turki Akan Dukung Lebanon Jika Israel Memperluas Perang

Rabu, 26 Juni 2024 - 14:31 WIB

Israel Membunuh Saudara Perempuan Ismail Haniyeh dan 23 Warga Gaza Lainnya

Senin, 24 Juni 2024 - 18:44 WIB

Houthi menyerang kapal Yunani dengan drone di lepas pantai Yaman

Berita Terbaru

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia 2024

Kesehatan

PMI Kota Banda Aceh Gelar Aksi Donor Darah Sukarela

Rabu, 17 Jul 2024 - 13:01 WIB