Cerita Tsunami Aceh, BMKG Ungkap Penduduk Bumi Diintai Bahaya Besar

Kamis, 23 Mei 2024 - 21:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati saat konferensi pers di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), ITDC Nusa Dua, Kamis (23/5/2024). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Foto: Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati saat konferensi pers di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), ITDC Nusa Dua, Kamis (23/5/2024). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Isuaceh.com, Jakarta – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, sistem peringatan dini dan tindakan dini merupakan alat penting untuk mengurangi risiko bencana dan mendukung adaptasi iklim. Sayangnya, ujar dia, banyak penduduk dunia yang belum memiliki akses ke sistem peringatan dini tersebut sehingga sangat rentan menjadi korban.

Padahal, imbuh dia, bumi dan penduduknya saat ini menghadapi ancaman akibat perubahan iklim.

Dia menjelaskan, sistem peringatan dini berisi data dan informasi seputar iklim dan kondisi atmosfer serta rencana tanggapan untuk meminimalkan dampak bencana iklim. Yang berperan melindungi masyarakat terhadap meningkatnya frekuensi bencana alam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat menjadi Key Speaker pada diskusi high-level panel dalam rangkaian 10th World Water Forum (WWF) di Bali, Dwikorita mengungkapkan, early warning system atau peringatan dini saat ini masih banyak ketimpangan bahkan injustice atau ketidakadilan, tak semua mendapat akses sama atau setara terhadap early warning for all tersebut.

Dwikorita pun menuturkan kembali saat gempa – tsunami menghantam Aceh pada tahun 2004 silam. Kala itu, Indonesia diakui tak berdaya saat tsunami menyapu Aceh.

Baca Juga:  DPW Minta KPK Periksa Irwan Djohan Terkait Mega Korupsi Triliunan di Aceh
Tsunami Aceh, Bencana Alam Dahsyat yang Memilukan dan Menyayat Hati, 19 tahun lalu

“Ketika itu, Indonesia tidak memiliki sistem peringatan dini tsunami sehingga jumlah korban yang berjatuhan sangat banyak. Bencana dahsyat tersebut menjadi titik balik bagi Indonesia dalam mengembangkan sistem peringatan dini yang lebih canggih dan efektif. Tidak hanya mengejar kecepatan, namun juga ketepatan dan akurasi,” kata Dwikorita dalam keterangan resmi, Kamis (23/5/2024).

“Sejak saat itu, BMKG secara berkelanjutan terus melakukan berbagai langkah mitigasi dan inovasi sistem peringatan dini atau Early Warning System EWS) yang dirancang untuk mengurangi risiko bencana bagi masyarakat,” tambahnya.

Karena itu, imbuh dia, sistem peringatan dini lokal ataupun tradisional yang sudah ada di komunitas masyarakat harus tetap terus diterapkan bahkan diperkuat dengan diintegrasikan ke Sistem Peringatan Dini yang dibangun secara lebih moderen di tingkat nasional.

Selain itu, pelibatan partisipasi masyarakat yang disertai dengan program edukasi dan literasi, juga harus secara berkelanjutan dibangun dan dilakukan, untuk menjamin efektivitas keberhasilan Peringatan Dini yang diikuti dengan Aksi Dini secara cepat, tepat dan selamat.

“Bumi dan seluruh penduduknya menghadapi bahaya dari dampak besar perubahan iklim. Frekuensi dan intensitas kejadian cuaca ekstrem terus meningkat di seluruh penjuru Bumi sehingga sistem peringatan dini untuk semua ini menjadi sebuah kebutuhan mendesak dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang terus menerus,” kata Dwikorita.

Baca Juga:  Oknum TNI Diduga Habisi Pemuda Aceh Timur, Keluarga Ungkap Kejanggalan dan Lapor LBH

Karena keberhasilan sebuah sistem peringatan dini dapat terwujud, jika sistem peringatan dini tersebut dapat diakses banyak populasi. Kesenjangan antara pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam bertindak merespons cepat dan tepat terhadap peringatan tersebut semakin kecil,” tukasnya.

Di sisi lain, dia mengingatkan, keberhasilan peringatan dini tidak hanya bergantung pada teknologi yang digunakan, tetapi juga pada keberlanjutan (continuity) dari para pemangku kebijakan dalam menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah dirancang.

“Teknologi hanyalah alat, namun komitmen dan keberlanjutan dari pihak-pihak yang bertanggung jawab untuk terus menjalankan dan memelihara SOP peringatan dini adalah kunci utama. Harapannya, keberadaan Early Warning System For All akan semakin efektif dalam menyelamatkan nyawa dan mengurangi kerugian akibat bencana di masa mendatang,” pungkas Dwikorita.(*)

Sumber Berita : CNBC Indonesia

Berita Terkait

Penyidik KPK periksa dua pejabat Kemensos terkait korupsi bansos
Satgas Ajak TNI-Polri Pantau Pelaku yang Top Up di Minimarket, terkait Judi Online
Raffi Ahmad Diminta Ajak Investor Lain Mundur di Proyek Beach Club DIY
Transaksi Judi Online 3 Bulan Terakhir Capai Rp 100 T Lebih Besar dari Anggaran IKN
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ajak Komponen Bangsa Dukung PON 2024 di Aceh dan Sumut
Presiden Jokowi Minta PON XXI Aceh-Sumut Digelar Tepat Waktu
Muhammadiyah ungkap alasan alihkan dana dari BSI ke Bank lain capai Rp13 triliun
Polri dalami dugaan tindak pidana pencucian uang Caleg DPRK Aceh Tamiang
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Juni 2024 - 16:32 WIB

Penyidik KPK periksa dua pejabat Kemensos terkait korupsi bansos

Sabtu, 22 Juni 2024 - 19:47 WIB

Satgas Ajak TNI-Polri Pantau Pelaku yang Top Up di Minimarket, terkait Judi Online

Sabtu, 15 Juni 2024 - 18:02 WIB

Raffi Ahmad Diminta Ajak Investor Lain Mundur di Proyek Beach Club DIY

Sabtu, 15 Juni 2024 - 17:17 WIB

Transaksi Judi Online 3 Bulan Terakhir Capai Rp 100 T Lebih Besar dari Anggaran IKN

Jumat, 14 Juni 2024 - 14:31 WIB

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ajak Komponen Bangsa Dukung PON 2024 di Aceh dan Sumut

Jumat, 14 Juni 2024 - 14:00 WIB

Presiden Jokowi Minta PON XXI Aceh-Sumut Digelar Tepat Waktu

Jumat, 7 Juni 2024 - 14:25 WIB

Muhammadiyah ungkap alasan alihkan dana dari BSI ke Bank lain capai Rp13 triliun

Minggu, 2 Juni 2024 - 20:47 WIB

Polri dalami dugaan tindak pidana pencucian uang Caleg DPRK Aceh Tamiang

Berita Terbaru

Foto:X Hasil Euro 2024, Austria menang 3-2 lawan Belanda

Olahraga

Hasil Euro 2024, Austria menang 3-2 lawan Belanda

Rabu, 26 Jun 2024 - 01:18 WIB

Della Sabrina Indah Putri dan Irfan Hakim

Seleb

Istri Irfan Hakim membolehkan suaminya untuk poligami

Selasa, 25 Jun 2024 - 13:25 WIB