Cerita Reka Desiana, lulusan Alumnus UMMAH Bireuen Sukses Jadi Perawat di Jepang

Rabu, 26 Juni 2024 - 17:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Reka Desiana/ Foto Instagram

i

Reka Desiana/ Foto Instagram

Bireuen – Reka Desiana, lulusan UMMAH Aceh, sukses meniti karier sebagai perawat di Jepang. Anak Peudada yang menangkap peluang hingga ke luar negeri.

Perempuan paruh baya itu bukan mahasiswa. Tapi, ia berdiri dalam barisan 77 lulusan Universitas Muhammadiyah Mahakarya (UMMAH) Bireuen, Aceh, yang tengah mengikuti prosesi wisuda.

Maryana M Amin namanya. Tak pakai toga, ia mengenakan pakaian merah muda. Penampilannya kontras dengan para lulusan lainnya. Maryana pada Rabu (12/6/2024) itu menggantikan anaknya Reka Desiana yang tidak dapat mengikuti wisuda karena sedang di Jepang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Reka Desiana lulusan Program Studi S1 Ilmu Keperawatan. Setahun ini, ia tinggal di Negeri Sakura dan bekerja di lembaga perawatan orang-orang lanjut usia: Syakai Fukushi Houjin Seijukai.

Reka anak pertama dari empat bersaudara. Ia lahir di Peudada, Bireuen, pada 21 Oktober 1997 dari pasangan Suryadi Abdullah dan ibunya Maryana M Amin.

“Saat ke Jepang, saya masih melanjutkan pendidikan S1 di Ilmu Keperawatan UMMAH, tapi tinggal seminar skripsi,” katanya, Rabu (26/6/2024).

“Sidang skripsi kemudian dilakukan daring dari Jepang pada 28 Agustus 2023,” lanjutnya.

Logo

BerandaNewsKisah Reka Desiana, Alumnus UMMAH Aceh Sukses Jadi Perawat di Jepang
Kisah Reka Desiana, Alumnus UMMAH Aceh Sukses Jadi Perawat di Jepang
PUBLISHED ON

26 JUNI 2024
OLEH
REDAKSI
Reka Desiana, lulusan UMMAH Aceh, sukses meniti karier sebagai perawat di Jepang
Reka Desiana, lulusan UMMAH Aceh, sukses meniti karier sebagai perawat di Jepang. Foto: Istimewa

Reka Desiana, lulusan UMMAH Aceh, sukses meniti karier sebagai perawat di Jepang. Anak Peudada yang menangkap peluang hingga ke luar negeri.

Baca Juga:  Ribuan warga padati seremoni pembukaan POPDA Aceh ke-XVII di Aceh Timur

Perempuan paruh baya itu bukan mahasiswa. Tapi, ia berdiri dalam barisan 77 lulusan Universitas Muhammadiyah Mahakarya (UMMAH) Bireuen, Aceh, yang tengah mengikuti prosesi wisuda.

Maryana M Amin namanya. Tak pakai toga, ia mengenakan pakaian merah muda. Penampilannya kontras dengan para lulusan lainnya. Maryana pada Rabu (12/6/2024) itu menggantikan anaknya Reka Desiana yang tidak dapat mengikuti wisuda karena sedang di Jepang.

Reka Desiana lulusan Program Studi S1 Ilmu Keperawatan. Setahun ini, ia tinggal di Negeri Sakura dan bekerja di lembaga perawatan orang-orang lanjut usia: Syakai Fukushi Houjin Seijukai.

Reka anak pertama dari empat bersaudara. Ia lahir di Peudada, Bireuen, pada 21 Oktober 1997 dari pasangan Suryadi Abdullah dan ibunya Maryana M Amin.

“Saat ke Jepang, saya masih melanjutkan pendidikan S1 di Ilmu Keperawatan UMMAH, tapi tinggal seminar skripsi,” katanya, Rabu (26/6/2024).

“Sidang skripsi kemudian dilakukan daring dari Jepang pada 28 Agustus 2023,” lanjutnya.

Maryana M Amin menggantikan anaknya dalam prosesi wisuda
Maryana M Amin menggantikan anaknya dalam prosesi wisuda di UMMAH. Foto: Istimewa
Modal Reka bekerja di Jepang adalah ijazah D-III Keperawatan UMMAH yang saat itu masih bernama Akademi Keperawatan Muhammadiyah Bireuen.

Kisahnya, ia yang lulus D-III melanjutkan pendidikan S1. Di sela-sela itu, ia menyiapkan berkas sambil belajar bahasa Jepang. Ia mendaftar menjadi pekerja di Jepang melalui Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) jalur mandiri.

Selain ijazah, syarat lain yang harus dipenuhi adalah lulus ujian bahasa Jepang. Karena yang dilamar perawat, jadi Reka juga harus mengantongi sertifikat perawat lansia bahasa Jepang.

Baca Juga:  Rektor UNISAI Samalanga Promosi Doktor di UINSU Medan

Setelah dinyatakan lulus, Reka berangkat ke Jepang. Di sana, ia bekerja delapan jam dalam sehari. Salah satu tugasnya: memberi obat minum untuk pasien lanjut usia. “Lansia di Jepang jarang diinfus atau disuntik,” katanya.

Sebagai alumnus UMMAH, Reka berpesan agar para mahasiswa tetap semangat. Menurutnya, ilmu yang dipelajari di perkuliahan akan sangat bermanfaat—sebagaimana pengalamannya hingga kemudian bekerja di Jepang.

“Alhamdulillah tidak ada hambatan sama sekali untuk bisa berkarier di tingkat internasional. Saya sangat bersyukur jadi alumnus Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh. Bahkan, saya ke Jepang dengan ijazah D-III,” katanya.

Harapan Reka, UMMAH semakin maju dan banyak mahasiswa yang akan berkiprah di luar negeri. “Mengingat peluang kerja di luar negeri sekarang terbuka luas,” katanya.

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UMMAH, Firmawati S.Psi M.Pd menjelaskan, kampus itu gabungan antara (AKPER) Muhammadiyah Bireuen, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Aceh Tengah, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Harapan Bangsa Banda Aceh, dan Sekolah Tinggi Ilmu Psikologi (STIP) Harapan Bangsa Banda Aceh.

Sejak diresmikan pada 2022 lalu, kini UMMAH telah memiliki alumni 139 orang.

“Saya merasa bangga ketika semakin banyak alumni yang lulus dari UMMAH, bahkan telah mampu bersaing di dunia kerja tingkat Internasional, seperti Reka Desiana,” katanya.

Memiliki 14 program studi, Firma meyakini UMMAH akan melahirkan alumni-alumni berprestasi. Terlebih, kampus ini punya prodi Pendidikan Khusus. “Di Aceh, prodi ini hanya terdapat di UMMAH,” kata Firma.(*)

Berita Terkait

Aceh Barat wakili Aceh kirim siswa disabilitas ke ajang PPBK nasional 2025 di Jakarta
Tim Kementerian PU Survei Lokasi Pembangunan Gedung Fakultas Kedokteran Umuslim
Berpisah dengan Mahasiswa KKN, Ibu-ibu Berikan Oleh-oleh Khas Aceh Singkil
Ratusan Guru PAUD di Bireuen Iku Pelatihan Pembelajaran PAUD Berkualitas
Rektor UNISAI Samalanga Promosi Doktor di UINSU Medan
JSIT Tolak Tegas Rencana Penyediaan Alat Kontrasepsi untuk Anak Sekolah
PT PIM dan UGM Yogyakarta Kerja Sama Bidang Pengabdian Masyarakat
Kurikulum Merdeka: Langkah Aceh Besar Menuju Pendidikan Berkualitas

Berita Terkait

Senin, 11 Agustus 2025 - 14:03 WIB

Aceh Barat wakili Aceh kirim siswa disabilitas ke ajang PPBK nasional 2025 di Jakarta

Jumat, 8 Agustus 2025 - 15:55 WIB

Tim Kementerian PU Survei Lokasi Pembangunan Gedung Fakultas Kedokteran Umuslim

Minggu, 18 Agustus 2024 - 07:25 WIB

Berpisah dengan Mahasiswa KKN, Ibu-ibu Berikan Oleh-oleh Khas Aceh Singkil

Rabu, 14 Agustus 2024 - 17:12 WIB

Ratusan Guru PAUD di Bireuen Iku Pelatihan Pembelajaran PAUD Berkualitas

Kamis, 8 Agustus 2024 - 19:36 WIB

Rektor UNISAI Samalanga Promosi Doktor di UINSU Medan

Senin, 5 Agustus 2024 - 18:07 WIB

JSIT Tolak Tegas Rencana Penyediaan Alat Kontrasepsi untuk Anak Sekolah

Jumat, 2 Agustus 2024 - 15:16 WIB

PT PIM dan UGM Yogyakarta Kerja Sama Bidang Pengabdian Masyarakat

Kamis, 1 Agustus 2024 - 12:45 WIB

Kurikulum Merdeka: Langkah Aceh Besar Menuju Pendidikan Berkualitas

Berita Terbaru

Tim MER-C yang menyalurkan bantuan untuk korban bencana banjir dan tanah runtuh (Hidrometeorologi) dan yang terdampak olehnya ke Aceh, 4 Desember 2025.

Lhokseumawe

MER-C Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Banjir di Aceh

Kamis, 4 Des 2025 - 13:52 WIB

Banjir merendam ruas jalan di Aceh Utara. (dok/Polres Aceh Utara)

Umum

Banjir Di Aceh, Tower Transmisi Roboh listrik Padam

Rabu, 26 Nov 2025 - 14:30 WIB

Terjadi ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara pada Jumat (7/11/2025) siang.(KOMPAS.com/Omarali Dharmakrisna Soedirman )

Nasional

Ledakan Terjadi di SMAN 72 Kelapa Gading Barat Jakarta Utara

Jumat, 7 Nov 2025 - 15:01 WIB

Suasana khidmat kerumunan warga Palestina yang menerima tahanan yang dibebaskan dari penjara Israel di kota Khan Younis di Jalur Gaza selatan sebagai bagian dari kesepakatan perlawanan.

Internasional

Ribuan Tahanan Palestina Dibebaskan oleh Israel, Warga Bersorak-sorai

Selasa, 14 Okt 2025 - 14:56 WIB